HydroSi Platform

HydroSi – Hidrogen Hijau dari Silika Nusantara

Teknologi HydroSi mengubah pasir silika lokal menjadi hidrogen hijau berkualitas tinggi, siap digunakan sebagai bahan bakar bersih untuk PLTD, industri, dan kimia hijau.

Bahan baku silika lokal Jejak karbon rendah Cocok untuk PLTD & industri
HydroSi Green Hydrogen
Skema Dasar HydroSi

Dari silika (SiO₂) dan air melalui aktivasi, reduksi, dan reaksi terkendali untuk menghasilkan H₂ berkualitas tinggi.

1. Aktivasi & Reduksi Silika

Silika diolah menjadi silikon reaktif (Si*) sebagai “carrier” hidrogen yang aman dan padat.

2. Reaksi Pembentukan H₂

Silikon reaktif bereaksi dengan air/alkali pada kondisi terkontrol untuk menghasilkan gas hidrogen.

Ringkasan Teknologi

Mengapa HydroSi Relevan untuk Indonesia

Indonesia memiliki cadangan pasir silika yang melimpah. HydroSi mengubah keunggulan tersebut menjadi sumber energi hidrogen hijau yang aman, mudah diangkut, dan ekonomis untuk berbagai sektor.

Bahan Baku Silika Lokal

Memanfaatkan pasir silika dari berbagai daerah di Indonesia sebagai feedstock utama, membuka peluang hilirisasi mineral non-logam bernilai tambah tinggi.

Keamanan & Logistik

Hidrogen disimpan dalam bentuk material padat (silikon aktif), sehingga lebih aman, mudah ditransportasikan, dan dapat diregenerasi on-site sesuai kebutuhan beban.

Jejak Karbon Rendah

Proses dirancang untuk meminimalkan emisi CO₂ dan dapat dikombinasikan dengan sumber listrik terbarukan untuk mencapai portofolio energi yang lebih hijau.

Rantai Pasok Fleksibel

Silikon aktif dapat diproduksi di sentra silika, lalu dikirim ke pulau/daerah terpencil untuk dikonversi menjadi H₂ di dekat titik konsumsi energi (PLTD, industri, atau kawasan wisata).

“Solid Hydrogen Battery”

Konsep HydroSi memungkinkan penyimpanan energi dalam bentuk padat mirip “baterai hidrogen”, yang dapat diaktifkan ketika diperlukan tanpa risiko penyimpanan gas bertekanan tinggi.

Siap Integrasi PLTD & Fuel Cell

H₂ yang dihasilkan dapat digunakan untuk co-firing PLTD, bahan bakar turbin gas, atau langsung memasok stack fuel cell untuk aplikasi listrik bersih dan continuous power.

Key Technology Insight

Bagaimana HydroSi Bekerja di Lapangan

HydroSi memadukan proses metalurgi, kimia, dan sistem energi untuk menghadirkan solusi hidrogen yang praktis: produksi dapat dipusatkan di kawasan silika, sementara pemanfaatan dilakukan di titik-titik beban listrik dan industri.

Parameter Proses Kunci

Contoh parameter yang dikendalikan dalam desain HydroSi (nilai indikatif awal):

  • Ukuran partikel silika: 50–200 µm, dengan silikon aktif berpori (BET > 10 m²/g).
  • Temperatur aktivasi/reduksi: ±700–900 °C (furnace) atau hotspot > 1.800 °C (plasma arc).
  • Komposisi elektrolit (jika memakai alkali): pH 12–14, konsentrasi 1–3 M ekuivalen KOH/NaOH.
  • Laju kontak Si* dengan air: dikontrol agar produksi H₂ stabil 20–30 kg/jam tanpa lonjakan tekanan.
  • Tekanan operasi reaktor H₂: 1–5 barg dengan pemantauan komposisi gas (H₂, uap air, jejak O₂).

Aplikasi & Model Bisnis

HydroSi dapat dikembangkan dalam beberapa skenario:

  • Hydrogen-as-a-Service untuk PLTD terpencil dan pulau kecil.
  • Pasokan H₂ untuk industri kimia, tekstil, dan proses termal bersih.
  • Feed H₂ untuk stack fuel cell (1 kW – MW scale) di kawasan industri/komersial.
  • Integrasi dengan PlasmaArc sebagai sumber silikon aktif generasi berikutnya.
Process Flow

Rangkaian Proses HydroSi (High Level)

Gambaran singkat alur proses dari pasir silika menjadi gas hidrogen yang kelak dapat dikembangkan menjadi PFD, P&ID, dan material/energy balance lengkap.

1. Preparasi Silika

Pengeringan, pengayakan, dan penyesuaian ukuran partikel silika agar sesuai dengan spesifikasi reaktor HydroSi dan sistem handling material.

2. Aktivasi & Reduksi

Silika diaktivasi/direduksi pada temperatur tinggi (menggunakan furnace atau plasma arc) untuk menghasilkan silikon aktif berpori dengan luas permukaan tinggi.

3. Reaksi Pembentukan H₂

Silikon aktif direaksikan dengan air/larutan alkali dalam reaktor terkontrol, menghasilkan gas H₂ dan residu padat yang dapat diregenerasi.

4. Purifikasi & Conditioning

Gas H₂ dialirkan ke unit purifikasi (misal PSA/membran) hingga mencapai kemurnian sesuai kebutuhan PLTD, fuel cell, atau industri kimia.

Key Parameters

Parameter Utama (Contoh Awal)

Nilai berikut bersifat indikatif untuk konsep HydroSi dan dapat disesuaikan dengan hasil desain, simulasi, dan uji coba pada proyek aktual.

Kapasitas Tipikal
• Skid medium: ±500 kg H₂/hari (≈ 20–25 kg H₂/jam)
• Konfigurasi multi-line: hingga ±10.000 kg H₂/hari (10 ton/hari)
• Desain modular memungkinkan ekspansi bertahap mengikuti pertumbuhan beban.
Konsumsi Energi & Bahan Baku
(ilustratif untuk kapasitas ±500 kg H₂/hari)
• Konsumsi listrik auxiliary: ±0,5–1,0 kWh/kg H₂
  ≈ 250–500 kWh/hari (pompa, kontrol, purifikasi, dll).

• Kebutuhan silikon aktif: ±3,5 ton Si*/hari
  setara konversi dari ±4–5 ton pasir silika/hari (tergantung efisiensi reduksi).

• Kebutuhan air proses: ±5–6 m³/hari air demin/RO
  mengikuti stoikiometri reaksi Si + 2H₂O → SiO₂ + 2H₂ dengan margin operasi.

Diskusi Detail HydroSi

Form ini dapat digunakan sebagai placeholder integrasi ke email/CRM untuk mitra atau calon klien yang tertarik pada solusi HydroSi.

Kembali ke Halaman Solusi