Bahan Baku Silika Lokal
Memanfaatkan pasir silika dari berbagai daerah di Indonesia sebagai feedstock utama, membuka peluang hilirisasi mineral non-logam bernilai tambah tinggi.
Teknologi HydroSi mengubah pasir silika lokal menjadi hidrogen hijau berkualitas tinggi, siap digunakan sebagai bahan bakar bersih untuk PLTD, industri, dan kimia hijau.
Dari silika (SiO₂) dan air melalui aktivasi, reduksi, dan reaksi terkendali untuk menghasilkan H₂ berkualitas tinggi.
Silika diolah menjadi silikon reaktif (Si*) sebagai “carrier” hidrogen yang aman dan padat.
Silikon reaktif bereaksi dengan air/alkali pada kondisi terkontrol untuk menghasilkan gas hidrogen.
Indonesia memiliki cadangan pasir silika yang melimpah. HydroSi mengubah keunggulan tersebut menjadi sumber energi hidrogen hijau yang aman, mudah diangkut, dan ekonomis untuk berbagai sektor.
Memanfaatkan pasir silika dari berbagai daerah di Indonesia sebagai feedstock utama, membuka peluang hilirisasi mineral non-logam bernilai tambah tinggi.
Hidrogen disimpan dalam bentuk material padat (silikon aktif), sehingga lebih aman, mudah ditransportasikan, dan dapat diregenerasi on-site sesuai kebutuhan beban.
Proses dirancang untuk meminimalkan emisi CO₂ dan dapat dikombinasikan dengan sumber listrik terbarukan untuk mencapai portofolio energi yang lebih hijau.
Silikon aktif dapat diproduksi di sentra silika, lalu dikirim ke pulau/daerah terpencil untuk dikonversi menjadi H₂ di dekat titik konsumsi energi (PLTD, industri, atau kawasan wisata).
Konsep HydroSi memungkinkan penyimpanan energi dalam bentuk padat mirip “baterai hidrogen”, yang dapat diaktifkan ketika diperlukan tanpa risiko penyimpanan gas bertekanan tinggi.
H₂ yang dihasilkan dapat digunakan untuk co-firing PLTD, bahan bakar turbin gas, atau langsung memasok stack fuel cell untuk aplikasi listrik bersih dan continuous power.
HydroSi memadukan proses metalurgi, kimia, dan sistem energi untuk menghadirkan solusi hidrogen yang praktis: produksi dapat dipusatkan di kawasan silika, sementara pemanfaatan dilakukan di titik-titik beban listrik dan industri.
Contoh parameter yang dikendalikan dalam desain HydroSi (nilai indikatif awal):
HydroSi dapat dikembangkan dalam beberapa skenario:
Gambaran singkat alur proses dari pasir silika menjadi gas hidrogen yang kelak dapat dikembangkan menjadi PFD, P&ID, dan material/energy balance lengkap.
Pengeringan, pengayakan, dan penyesuaian ukuran partikel silika agar sesuai dengan spesifikasi reaktor HydroSi dan sistem handling material.
Silika diaktivasi/direduksi pada temperatur tinggi (menggunakan furnace atau plasma arc) untuk menghasilkan silikon aktif berpori dengan luas permukaan tinggi.
Silikon aktif direaksikan dengan air/larutan alkali dalam reaktor terkontrol, menghasilkan gas H₂ dan residu padat yang dapat diregenerasi.
Gas H₂ dialirkan ke unit purifikasi (misal PSA/membran) hingga mencapai kemurnian sesuai kebutuhan PLTD, fuel cell, atau industri kimia.
Nilai berikut bersifat indikatif untuk konsep HydroSi dan dapat disesuaikan dengan hasil desain, simulasi, dan uji coba pada proyek aktual.
Form ini dapat digunakan sebagai placeholder integrasi ke email/CRM untuk mitra atau calon klien yang tertarik pada solusi HydroSi.
Kembali ke Halaman Solusi