Hydrogen Genset & Retrofit

Skid Generator – Co-firing PLTD & Genset Hidrogen

Skid Generator HDI adalah paket modular untuk retrofit PLTD dan genset agar dapat menggunakan campuran hidrogen–diesel atau bahkan hidrogen murni secara bertahap.

Co-firing PLTD Siap untuk H₂ murni Skid modular plug-and-play
H₂ Genset Integration
Skema Sederhana Skid Generator

Hidrogen dari HydroSi/PlasmaArc disuplai ke skid conditioning, dicampur dengan solar atau digunakan langsung sebagai bahan bakar genset/mesin konversi hidrogen.

Supply H₂ & Conditioning

Regulasi tekanan, flow, dan keamanan hidrogen sebelum masuk ke sistem mesin.

Co-firing / H₂ Engine

Konfigurasi co-firing H₂ + diesel atau full H₂ engine sesuai strategi transisi.

System Concept

Konsep Skid Generator Hidrogen

Skid dirancang sebagai paket mandiri yang dapat diintegrasikan dengan PLTD eksisting, HRS kecil-menengah, maupun genset industri yang ingin beralih ke hidrogen.

Modular & Expandable

Setiap skid dapat berdiri sendiri atau digabungkan secara paralel untuk mencapai kapasitas daya dan aliran hidrogen yang lebih besar sesuai kebutuhan lokasi.

Co-firing Bertahap

Skema operasi memungkinkan kenaikan porsi H₂ secara bertahap (misalnya 10–20–40–80%) sambil tetap menjaga keandalan sistem diesel eksisting.

Keselamatan Terintegrasi

Dilengkapi sistem deteksi kebocoran, interlock, venting, dan emergency shutdown untuk memastikan keselamatan operator dan aset.

Retrofitting Minimal

Desain mengutamakan modifikasi minimal pada mesin (injector, ignition, ECU mapping) sehingga downtime saat instalasi dapat ditekan serendah mungkin.

Siap Integrasi Data

Skid dapat dihubungkan ke SCADA atau platform monitoring cloud untuk analitik fuel saving, emisi, dan reliabilitas jangka panjang.

Process Flow

Skema Proses Skid Generator

Alur berikut dapat dikembangkan menjadi PFD, P&ID, dan dokumen kontrol (PLC/HMI) untuk tiap site PLTD atau genset yang akan di-retrofit.

1. H₂ Storage & Supply

Hidrogen disuplai dari bundel silinder, tube trailer, atau plant HydroSi/PlasmaArc, kemudian direduksi tekanannya dan dimonitor laju alirnya menuju skid.

2. Fuel Conditioning & Mixing

Unit conditioning mengatur rasio H₂–diesel, temperatur, dan tekanan sebelum masuk ke intake mesin. Mode operasi (diesel only, co-firing, H₂ rich) dipilih dari panel kontrol.

3. Engine/Genset Integration

Modifikasi terbatas pada mesin (busi/injector/sistem ignition & ECU mapping) memungkinkan penggunaan hidrogen tanpa mengorbankan keandalan operasi dasar dan proteksi mesin.

4. Control & Monitoring

PLC/HMI mencatat semua parameter utama (flow H₂, tekanan, suhu, load, emisi) sekaligus menyediakan log data sebagai dasar evaluasi kinerja dan penghematan BBM.

Key Technology Insight

Parameter Teknis & Implementasi

Angka-angka berikut bersifat indikatif sebagai dasar diskusi teknis. Nilai final akan mengikuti hasil desain detail, uji coba di lapangan, dan spesifikasi mesin di tiap lokasi.

Parameter Proses Utama

  • Daya genset tipikal per skid: ±500 kWe – 2.000 kWe.
  • Tekanan masuk H₂ dari storage: 150–250 barg (tube trailer), direduksi menjadi 5–30 barg di skid.
  • Laju alir H₂: ±20–400 Nm³/jam per skid (tergantung porsi co-firing & rating mesin).
  • Porsi co-firing umum: 10–40% pada fase awal, dengan roadmap sampai ≥80% H₂.
  • Target penurunan konsumsi diesel: ±10–50% dibanding operasi baseline.

Integrasi Kontrol & Keselamatan

  • PLC dengan I/O untuk flow meter, pressure/temperature transmitter, gas detector, dan status interlock.
  • Mode operasi otomatis: start-up berurutan, purging, normal run, dan safe shutdown.
  • Interlock keselamatan: high H₂ leak, overpressure, loss of flame, trip diesel, dan ESD manual.
  • Dapat dirancang mengacu pada praktik standar NFPA 2, IEC/ISO terkait gas hidrogen dan engine room.
Project Scoping

Diskusi Kebutuhan Skid Generator

Form berikut membantu menangkap parameter awal proyek (kapasitas PLTD/genset, lokasi, target porsi hidrogen, dan timeline implementasi).

Kapasitas & Mode Operasi
• Kapasitas tipikal: 500 kWe – 2.000 kWe per skid
• Mode: Diesel only → Co-firing H₂–diesel → H₂-rich / H₂-only engine
• Skema operasi: base-load, peak-shaving, atau backup critical load.
Kondisi Lokasi
• Pulau terluar, kawasan industri, atau kota besar
• Sumber pasokan H₂: HydroSi, PlasmaArc, atau pemasok eksternal
• Keterbatasan lahan, akses logistik, dan infrastruktur kelistrikan eksisting.
Target Emisi & Fuel Saving
• Target reduksi diesel & CO₂ (misal 20–40% pada fase awal)
• Kebijakan green energy atau ESG yang ingin dicapai
• Kebutuhan data logging untuk laporan keberlanjutan (sustainability report).

Form Minat Skid Generator

Kembali ke Halaman Solusi